Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

HAMIL LAGI SAAT SI KAKAK MASIH ASI

Di grup FB banyak seliweran lagi pertanyaan :
"Bunda, saya positif hamil sementara anak saya masih 14bulan... gimana nih bun...."
Membayangkan waktu positif hamil shafiqa sementara wafa masih 9bulan, rasanya nano nano. Antara dapat durian runtuh sama dunia saya yg runtuh....
Ya gimana mau kalem.... udah ngotot mau ASI wafa sampai 2tahun mau sapih dengan WWL, walah.... S2 aja belum sampai.....
Sebelum tespack ngotot bahwasanya ngga mungkin hamil, ngotot2an sama tukang urut... beliau bilang hamil saya bilang masuk angin wkwkwkwkwk (urusan ngotot saya memang juara).
Begitu 2x tespack positif, antara lemes sama mau lompat2 kegirangan... siapa tau dapat anak cewek.....
Tapi hidup harus terus berjalan...
Ibarat pepatah 'Nasi sudah jadi bubur', maka setidaknya diusahakan buburnya bubur ayam, sedeep 
Daan masalah pun dimulai, wafa yg makin rewel karna ASI berkurang drastis, badan lemes dan mual khas TM1, dan kecerewetan keluarga yg mulai sumbang soal ASI. Mereka yg awalnya berdiri dibaris pertama mendukung ASI, mendadak pindah kebaris pertama mensponsori sufor lengkap sama dotnya. Tapi saya tidak bisa menyalahkan keluarga, karna tujuan mereka demi.kebaikan saya juga.
Wafa makin rewel, sufor cuma dibuang-buang. Jadi sebagai bentuk negosiasi, dia tetap ASI saat memang ngga bisa engga, saat mau tidur malam.
Beruntung punya teman2 yg tepat, kalau orang lain saat tau hamil spontan kaget dan bertanya "emang ngga KB?", temen2 di grup justru langsung mengucapkan selamat, sesuatu yg sangat terasa positif dan menguatkan. Sejak itu saya bertekad meneruskan ASI Wafa (NWP dan tandem). Meskipun spog menyarankan sapih, saya diam2 meneruskan ASI tapi tetap waspada dengan kondisi kehamilan, bersedia sewaktu2 menghentikan ASI jika ada keluhan berbahaya.
Sambil terus rajin kontrol kehamilan, sambil mulai sounding Wafa untuk proses WWL.
Masalah lain terjadi setelah shafiqa lahir, keduanya barengan mau menyusu,
keduanya nangis kejer tengah malam. Wafa dicoba lagi kasih sufor ngga mau, shafiqa.mau menyusu ASIP dengan dot.sama nenek tapi saya1 lagi yg ngga.ikhlas.melihat anak menyusu dari dot. Saat kebingungan saya kembali kegrup dan menceritakan masalah baru ini, dari sana dapat saran lagi untuk sounding wafa, ajak bicara kalau nanti adik bayi mau menyusu wafa tunggu dulu. Dan tanpa disangka dia mengerti, dia sabar menunggu saat mama mengatur posisi nyaman untuk tandem. Ahh anak-anak yg manis.....
Menjadi ibu memang tidak gampang.....
Kalau segalanya terjadi diluar kendali, setidaknya kita berusaha bersiap menghadapinya. Cari teman bicara yg bisa mengerti masalah kita....
Ini untuk para ibu yg sedang galau sekarang, kuat...kuat...kuat... anak-anak bergantung padamu!
Jika saya dulu tertatih dan tertangis-tangis, semoga para bunda bisa lebih percaya diri.

grin emotikon

Rabu, 26 Februari 2014

Psikologi Anak

1. Ummi/abi... jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku......
2. Ummi/abi... aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria..
3. Ummi/abi..., jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini
4. Ummi/abi... jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua yg lain, aku hanya satu
5. Ummi/abi..., jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau...
6. Ummi/abi... jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak...
7. Ummi/abi...jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu
8. Ummi/abi...jangan lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur lihatlah aku sudah berusaha
9. Ummi/abi... aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya..
10. Ummi/abi... aku memang kurang mengerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..
11. Ummi/abi.... aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama..
12. Ummi/abi...,hubungan kita sepanjang Zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku...
13. Ummi/abi... aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik darimu, sehingga aku bangga menyebut Namamu ..
14. Ummi/abi...semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku

( semoga bermanfa'at)

Kamis, 08 Desember 2011

Fakta Bayi Baru Lahir dan Perkembangannya

Di balik tubuh mungil dan ringkih bayi, berangsung proses luar biasa hingga tumbuh sempurna. Apa saja?
Dada
  • Saat lahir, lingkar dada bayi 30-an cm. di rongga dada kiri ada jantung seukuran sekepal tangan bayi. Frekuensi denyut jantung bayi saat lahir 140 kali/menit. Usia satu minggu, 126 kai.menit ketika tidur dan 167 kai/menit saat terjaga.

Fakta Bayi Baru Lahir

Bayi baru tidur terus, selalu menangis, kulit keriput, dan sebagainya. Itu memang kondisi alami bayi baru. Apalagi kondisi-kondisi bayi baru lainnya?

Wajar jika ibu baru masih merasa bingung dengan apa yang terjadi pada bayi yang baru berusia seminggu. Ini fakta-faktanya:

Tidur terus. 18 – 22 jam sehari, itu memang waktu tidur bayi baru lahir. Uniknya, ia lebih banyak tidur di siang hari, sementara di tengah malam ia sering bangun. Tipnya: atur agar bayi tidak tidur terlalu lama di pagi dan siang hari, sehingga ia terpaksa tidur malam cukup lama.

Bayi Pun Memahami Lingkungan Sekitarnya

Bayi memiliki daya tangkap terhadap berbagai rangsang yang luar biasa. Bahkan ketika usianya masih 0 – 3 bulan … Wah, kalau begitu hati-hati memberinya contoh dan berkata-kata!

Membuka kontak: “Bunda Sayang!”. Sejak hari pertama pancaindera bayi bak “radar”. Kilatan cahaya blitz, gelak tawa gembira orang-orang yang menanti kehadirannya dan senandung merdu sang bunda, “tertangkap” semua, meski dengan kadar “kejernihan” yang mungkin belum tajam.

Berkenalan dengan Bayi Baru

Menjadi ibu tentu saja membahagiakan dan penuh kesan. Tapi ada sebuah proses yang tak boleh dilewatkan: berkenalan dengan sang bayi. Sebab, setiap bayi unik! Meskipun secara umum sebagian besar bayi akan menyusu 1 – 2 jam sekali, tetapi bisa jadi bayi Anda tak mau lepas dari puting Anda semalaman. Atau, sebaliknya, justru tertidur saat menyusu.

Selain mencari informasi faktual seputar bayi baru lahir (newborn), yang perlu Anda miliki adalah sikap terbuka, sikap menerima (accept) bayi apa adanya. Terimalah kebiasaan si kecil yang berbeda dari bayi sahabat, atau saudara Anda. Semakin Anda menerima dan menghadapinya dengan kehadiran penuh (mindfulness), proses perkenalan ini akan mulus. Berikut beberapa fakta yang wajib Anda tahu sebagai ibu baru.

Pelajaran Pertama Bayi Baru Lahir


Begitu lahir, bayi sudah sangat peka dan sadar terhadap lingkungan. Anda bisa mempererat hubungan dengan bayi sambil menstimulasi pancainderanya. 
Manfaatkan seluruh pancaindera Anda, libatkan pula intuisi, lalu jalinlah hubungan erat dengan anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan mencerdaskan berikut ini:

Apa yang Dibutuhkan Bayi Baru Lahir?

Begitu lahir, memang sudah bisa belajar, tapi perlu diingat, bayi baru lahir pun butuh waktu untuk didirinya sendiri. Bayi butuh istirahat, bebas dari rangsangan yang katanya bisa membuatnya cepat pintar. Itu sebabnya, Anda perlu tahu apa yang dibutuhkan bayi baru lahir.

*Usia 0-1 bulan. 
Apa yang dipelajarinya? Hal penting yang dipelajarinya pada sebulan pertama kehidupan adalah kepercayaan pada orang yang mengasuhnya.
Apa yang dapat Anda lakukan? Beri perhatian penuh pada sang buah hatidengan kata-kata yang lembut,sentuhan penuh cinta, serta segera respons jika dia menangis. 

Selasa, 06 Desember 2011

10 Tips Stimulasi Bayi

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurang, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara. 
  1. Tengkurap. Lakukan tummy timeyakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas 'meneliti' dengan seksama

10 Tahap Penting Perkembangan Bayi

Gerakan bayi baru didominasi oleh gerak refleks. Dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 bulan gerakan refleksnya berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi berkembang pesat. Berikut ini 10 tahap perkembangan penting bayi  Anda:     

1. Tengkurap (usia 3 - 4 bulan).
 Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat  ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan ia bisa tengkurap sendiri. 

Sabtu, 03 Desember 2011

6 Cara Menyendawakan Bayi

Menyendawakan si kecil sesaat setelah meminum ASI atau susu memang sangat penting. Walau terlihat mudah untuk dilakukan, ternyata tak sedikit lho orangtua yang frustrasi akibat gagal menyendawakan bayinya. Percaya atau tidak, menyendawakan bayi juga ada seninya, lho! 

Untuk Anda yang ingin mengetahuinya, berikut pemaparan dr Marini Sartika Dewi, MSi. Med, SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta.

Pentingnya Sendawa 

Sendawa adalah keluarnya udara dari dalam lambung melalui mulut. Pada bayi, sendawa disebabkan karena masuknya udara ke dalam lambung. Dan ini harus segera dikeluarkan. Bila tidak, akan menyebabkan bayi kembung, muntah, rewel, bahkan kolik (nyeri perut).

7 Manfaat Menggendong Bayi

Menggendong bayi sangat disarakan. Selain dapat membuatnya lebih tenang, juga akan membuat bayi lekat dengan orang tua. Ketika berada dalam gendongan ia akan menempel pada setiap yang dilakukan ibu. Tak hanya lekat, bayi pun seakan menyatu dengan orang tua. Hal ini akan mendatangkan berbagai manfaat bagi buah hati.

Berikut ini 7 manfaat menggendong bayi :

Minggu, 27 November 2011

Rahasia Rambut Bayi

Jangan terlalu khawatir jika bayi Anda tidak berambut saat lahir. Rambut halus dna tipis saat lahir, hanya bertahan 3-4 bulan lalu rontok dan tumbuh rambut baru yang lebih tebal. 

Cikal bakal rambut mulai berkembang ketika janin berumur 5-6 bulan. Mula-mula berupa rambut halus, tipis dan lembut warnanya. Hal ini berlanjut sampai bayi lahir. Maka tidak heran umumnya bayi yang lahir dengan kepala gundul berambut tipis. Meski ada juga yang lahir dengan rambut gondrong. 

Mengenalkan Uang pada Balita

Mengenalkan balita uang, bisa Anda lakukan dengan berbagai macam permainan. Belajar pun menjadi lebih menyenangkan. 
  1. Bermain koin. Koin sangat menarik bagi anak balita, karena bentuknya bulat, pipih, ringan, ada gambarnya, dan bila jatuh bergemerincing. Biarkan anak memainkan koin bersih, misalnya memilah-milah koin berdasarkan warna logam dan ukuran. Lalu, ajak anak memperhatikan angka yang tertera di koin -ada angka 200, 500, 1000. Katakan, angka itu adalah nilai koin, semakin besar angkanya, semakin besar nilai koinnya. Misalnya, koin 1000 bisa untuk membeli 3 permen, koin  500 satu permen.

Sabtu, 26 November 2011

Perkembangan Sense Of Humor Balita


Rasa humor merupakan bekal penting agar anak mudah beralih dari ketegangan, rasa sedih atau tak berdaya menghadapi hidup. Di samping itu, berbagai temuan membuktikan bahwa sense of humorsangat menunjang kesehatan. Berikut tahapan perkembangan tersebut:

Selasa, 22 November 2011

Bayi Sering Muntah

Anda bingung apakah muntah bayi Anda termasuk normal tidak? Inilah cara untuk mengetahuinya. 

MUNTAH NORMAL 


Kebanyakan bayi mengalami refluks gastroesofagel atau RGE (masuknya isi lambung ke dalam kerongkongan), dengan kadar muntah ringan sampai sedang dari mulut atau hidung, tanpa disertai rasa sakit atau tidak nyaman. Paling sering terjadi selama atau segera sesudah bayi disusui.


Apa bahayanya? Anda khawatir si kecil akan tersedak, walau hal ini sebenarnya jarang terjadi.


Trik memilih sekolah anak

Pilih-pilih sekolah anak

Sudah ancang-ancang memasukkan si kecil ke sekolah tahun ini? Atau mungkin Anda malah sudah punya sekolah pilihan untuknya? Mengingat begitu banyaknya penawaran, inilah beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda mengambil keputusan :

Anak kidal

Anak kidal lebih aktif menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan. Anak kidal ini memang tidak banyak populasinya, hanya 10%, dan sisanya adalah anak-anak yang menggunakan tangan kanan. Anak kidal juga lebih banyak berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan (dikutip dari Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya Child Development, 1987).

Senin, 21 November 2011

Kunjungan ke dokter Lebih Menyenangkan

Sudah jadi rahasia umum, bayi sangat pembosan. Bahkan untuk mendapatkan imunisasi yang maha penting buat hidupnya pun, ia merasa hanya punya sedikit waktu. Jadi, bagaimana triknya agar kunjungan ke dokter jadi jauh lebih menyenangkan?
  • Jangan datang terlalu awal. Tanyakan pada suster jam berapa kira-kira giliran Anda, dan datanglah ketika waktunya sudah hampir tiba. Ingat, waktu menunggu hanya akan membuat bayi tak nyaman.
  • Jadikan acara keluarga, artinya papa dan mama sama-sama ikut ke dokter. Selain mengakrabkan keluarga, papa, dan mama juga bisa bekerja sama menenangkan anak yang menangis keras karena disuntik, sekaligus mendengarkan saran dokter.

5 Mitos Bayi Baru Lahir

Yang sedang menanti kelahiran new baby niih, seperti saya.... yuuk baca artikiel ini, semoga bermanfaat :)




1. Jemur pakaian bayi lewat magrib mengundang penyakit
Fakta : Benar
Mitos ini bisa jadi benar bila Anda menjemur pakaian di luar ruangan, seperti halaman.  Maghrib adalah saat pergantian sore menuju malam. Pada saat ini biasanya binatang kecil (serangga)—yang di tubuhnya tertempel serbuk sari bunga, ramai-ramai keluar meninggalkan sarang.



Nah, jika baju si kecil masih berada di luar rumah, besar kemungkinan serangga dan serbuk sari tersebut akan menempel di baju bayi. Akibatnya, ketika dipakai bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit atau bersin-bersin yang menyerupai pilek, terutama pada bayi yang memiliki bakat alergi.


2. Gurita mencegah perut buncit
Fakta:  Salah
Pemakaian gurita pada bayi—terutama bayi perempuan, sama sekali tidak ada hubungannya dengan upaya pencegahan agar perut anak Anda tidak melar ketika ia dewasa. Ketika dilahirkan, semua bayi memang memiliki perut yang ukurannya lebih besar daripada dada. Seiring pertambahan usia, perut bayi akan kelihatan mengecil dengan sendirinya.



Pemakaian gurita malah sebaiknya dihindari karena membuat bayi Anda susah bernapas. Pasalnya, pada awal kehidupan, bayi bernapas dengan menggunakan pernapasan perut sebelum ia belajar menggunakan pernapasan dada. Pemakaian gurita yang menekan perut bisa membatasi jumlah udara yang dihirupnya.


3. Pusar ditempel uang logam supaya tidak bodong

Fakta: Salah
Pusar menonjol atau sering diistilahkan bodong pada bayi adalah kondisi yang wajar. Sebab, otot dinding perut pada bayi masih lemah sehingga bisa mempengaruhi bentuk pusar. Seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami perubahan.



Pusar bayi bisa menonjol akibat terlalu banyak menangis atau ‘ngulet’. Kondisi ini sering dialami bayi yang alergi susu sapi atau formula. Atau, pada bayi ASI yang sensitif serta memiliki bakat alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya. Misal, makanan laut, cokelat, telur, kacang tanah, serta produk makanan yang mengandung susu.


4. Bedong agar kaki bayi tidak bengkok

Fakta: Salah
Membedong anak sekuat mungkin tidak ada hubungannya sama sekali untuk meluruskan kaki bayi. Semua kaki bayi memang bengkok pada awalnya. Hal ini berkaitan dengan posisi bayi yang meringkuk di dalam rahim. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.



5. Bayi jangan diajak ke luar rumah sebelum 40 hari

Fakta: Benar
Ada baiknya memang bila Anda menuruti nasihat untuk tidak mengajak bayi ke luar rumah di usia terlalu dini. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari memiliki daya tahan tubuh yang amat rendah. Jadi, kalau ada kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuhnya, ia akan dengan mudah jatuh sakit.



Jika ingin mengajak si kecil jalan-jalan, sebaiknya mama bersabar menunggu hingga daya tahan tubuh bayi lebih kuat dan sudah menjalani imunisasi awal, seperti BCG dan Hepatitis A. 


www.parenting.co.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...