Cermati label dan cara pemberiannya agar tujuan penyembuhannya optimal
Sebelum Memberikan Obat
1. Pahami label pada kemasan obat
Dengan memahami label obat berarti mengetahui kegunaan obat., cara pemakaiannya (apakah boleh dicampur denga njus atau makanan, apakah harus dihabiskan atau dikonsumsi jika gejala sakitnya muncul), frekuensi pemberian obat (1 x sehari, 3 x sehari) dan tanggal kadaluarsa.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Kamis, 14 April 2011
IMUNISASI WAJIB
1. IMUNISASI BCG
Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin).
Seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TB (penyakit TB terus-menerus ada sepanjang tahun) dan merupakan salah satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia. TB disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernapas ataupun bersin. Gejalanya antara lain: berat badan anak susah bertambah, sulit makan, mudah sakit, batuk berulang, demam dan berkeringat di malam hari, juga diare persisten. Masa inkubasi TB rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu.
IMUNISASI
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang.
Berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja yang bertujuan untuk terhindar dari penyakit.
Sabtu, 09 April 2011
Imunisasi IPD
IPD adalah kependekan dariInvasive Pneumococcal Disease alias penyakit yang berat akibat infeksi Pneumokokus (Streptococcus pneumoniae). Kuman ini bisa menyebabkan infeksi saluran napas atas dan menimbulkan komplikasi seperti pneumonia (radang paru-paru), infeksi telinga tengah (otitis media) atau meningitis (radang selaput otak). Cara penularan kuman terjadi melalui percikan kecil dahak dan lendir saluran napas atas. Dan, populasi yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah anak kecil (di bawah usia 2 tahun) yang hidup di lingkungan kumuh. Ada 23 jenis (strain atau galur) kuman Pneumokokus, sedangkan jumlah galur kuman Pneumokokus yang ada di vaksin IPD hanya 7.
Indonesia memang belum memiliki data seberapa besar dampak klinis yang disebabkan kuman ini (berapa banyak anak yang terkena infeksi dan mengalami komplikasi pneumonia dan meningitis). Juga, kita tidak mengetahui galur kuman Pneumokokus yang ada di Indonesia (apakah sesuai dengan ke-7 galur di vaksin IPD). Imunisasi IPD diberikan ketika bayi berusia 2 bulan (bersamaan imunisasi DPT). Di atas usia 2 tahun, imunisasi akan diberikan pada anak tertentu. Misalnya, anak dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuhnya potensial rendah.
Indonesia memang belum memiliki data seberapa besar dampak klinis yang disebabkan kuman ini (berapa banyak anak yang terkena infeksi dan mengalami komplikasi pneumonia dan meningitis). Juga, kita tidak mengetahui galur kuman Pneumokokus yang ada di Indonesia (apakah sesuai dengan ke-7 galur di vaksin IPD). Imunisasi IPD diberikan ketika bayi berusia 2 bulan (bersamaan imunisasi DPT). Di atas usia 2 tahun, imunisasi akan diberikan pada anak tertentu. Misalnya, anak dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuhnya potensial rendah.
BPA (Bisphenol-A) dan botol susu
Memilih botol susu dan peralatan makan mungkin perkara mudah. Hampir semua toko perlengkapan bayi menyediakannya. Anda tinggal pilih merk dan bentuk yang disukai, serta harga yang sesuai bujet.
Tapi mungkin kini Anda perlu lebih selektif. Seperti dilansir oleh AFP, mulai awal tahun depan, negara-negara di Eropa akan melarang peredaran botol susu dan peralatan makan anak lainnya yang diduga mengandung bahan kimia Bisphenol-A (BPA). Larangan ini dilatari kekhawatiran akan dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkannya, seperti obesitas dan pubertas dini. Larangan yang diberlakukan ini lebih ditujukan pada pihak produsen, dan mencakup larangan untuk memproduksi botol susu dan peralatan makan yang mengandung BPA, serta larangan untuk menjual dan mengimpornya.
Senin, 21 Maret 2011
Waspada 5 Infeksi Kehamilan
Bekas luka robekan pada perineum maupun luka bekas sayatan operasi harus benar-benar dijaga. Namanya saja luka, maka dapat menjadi pintu gerbang bagi masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh Anda. Ada 5 macam infeksi mengintai para ibu baru. Waspada!
1. Endometritis. Infeksi pada dinding rahim, endometrium, ini banyak dialami oleh ibu yang menjalani proses persalinan yang lama, atau jarak antara waktu pecah kantung ketuban dan pengeluaran bayi cukup panjang. Bila Anda menjalani persalinan Caesar, risikonya 5-15% dan Anda yang melahirkan secara alami, risikonya 1-3%.
1. Endometritis. Infeksi pada dinding rahim, endometrium, ini banyak dialami oleh ibu yang menjalani proses persalinan yang lama, atau jarak antara waktu pecah kantung ketuban dan pengeluaran bayi cukup panjang. Bila Anda menjalani persalinan Caesar, risikonya 5-15% dan Anda yang melahirkan secara alami, risikonya 1-3%.
- Penyebab: jenis-jenis bakteri di lapisan lendir vagina, terutama Streptococcus B dan Escherichia coli.
- Gejala: demam di atas 38 derajat C disertai menggigil, atau perdarahan dari vagina pada 24-36 jam setelah bersalin, nyeri di bagian perut bawah, lokia berwarna keruh, tidak bening, dan berbau tak sedap, denyut jantung meningkat, serta bila bagian bawah perut ditekan terasa keras.
- Pengobatan: suntikan antibiotika, seperti sefalosporin, penisilin, dan karbapenem. Pemberiannya bisa berbentuk tunggal atau kombinasi sesuai kebutuhan. Umumnya dalam 2-3 hari setelah diobati, infeksi sembuh sendiri.
- Pencegahan: suntikan antibiotika, terutama pada persalinan Caesar. Suntikan kadang perlu diulang 8 jam setelah persalinan. Selalu menjaga kebersihan jalan lahir dan vagina setelah bersalin. Pada persalinan Caesar, pencegahan dilakukan dengan pemberian antibiotika profilaksis.
- Penyebab: paling sering adalah bakteri Staphylococcus aureus.
- Gejala: sakit dan bengkak pada daerah payudara, puting mengeras, daerah di sekitar areola dan puting kemerahan, pusing, demam, otot sekitar tubuh bagian atas nyeri atau mudah merasa lelah.
- Pengobatan: pemberian antibiotika jenis antistafilokokus dan metasilin. Bila pembengkakan cukup parah, dilakukan penyayatan kecil untuk mengeluarkan abses, dan payudara harus dikosongkan dari ASI. Konsumsi cairan dan terapkan pola makan sehat bergizi.
- Pencegahan: kosongkan ASI pada kedua payudara secara rutin, baik dengan tangan maupun pompa ASI, meski bayi Anda belum mampu mengisap banyak ASI.
- Penyebab: bakteri Escherichia coli dari anus.
- Gejala: luka jahitan terasa sakit, diraba terasa panas, gatal sehingga mengganggu proses buang air kecil, terjadi pembengkakan di sekitar jahitan episiotomi.
- Pengobatan: biasanya jahitan akan dilepas agar nanah keluar sehingga luka cepat mengering. Pembalut diganti secara berkala, kebersihan vagina ditingkatkan, dan diberi antibiotika.
- Pencegahan: menjaga kebersihan daerah sekitar vagina dan luka bekas episiotomi, terutama setelah buang air kecil dan buang air besar.
- Penyebab: seringkali jenis-jenis bakteri yang biasa terdapat di dalam saluran pencernaan, seperti Enterococcus dan Escherichia coli.
- Gejala: muncul rasa panas seperti terbakar pada daerah vagina, disertai rasa gatal yang hebat sehingga menyulitkan buang air kecil. Sering merasa ingin buang air kecil, tapi urine hanya sedikit dan berwarna keruh mengandung bercak darah.
- Pengobatan: di samping antibiotika, kini terbukti mengonsumsi buah cranberry, dalam bentuk jus, manisan buah, dan lain-lain, mampu mengobati infeksi saluran kemih.
- Pencegahan: selain menjaga kebersihan daerah vagina dan sekitarnya, konsumsi buah cranberry segar maupun aneka olahannya terbukti mampu mencegah serangan infeksi ini, selain juga diimbangi minum banyak air putih.
- Penyebab: peralatan operasi yang kurang steril, reaksi tubuh ibu terhadap bahan dasar benang jahit, jahitan jaringan yang terlalu besar, dan kebersihan luka kurang terjaga.
- Gejala: kulit di sekitar luka jahitan tampak kemerahan, meradang, bengkak, terasa sakit, panas, dan gatal. Bila luka ditekan terasa nyeri, keluar cairan putih kekuningan atau darah di sela-sela jahitan.
- Pengobatan: luka dibuka kembali untuk mencegah infeksi bakteri anaerob, hidup tanpa oksigen, yang ganas. Kemudian diberi antibiotik, membersihkan luka, memberikan obat antiseptik, istirahat, dan tidak melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan membungkuk.
- Pencegahan: jaga agar luka jahitan tetap kering, berikan obat antibiotik, mengganti perban secara rutin, mengoleskan cairan antiseptik sebelum menempelkan perban yang baru, menjaga agar luka tidak sampai tergores atau tertekan.
Selasa, 15 Maret 2011
Kista dan Kehamilan
Kista tidak selalu membahayakan, tapi perlu dipantau selama kehamilan.
Benarkah kista menutup pelung kehamilan? Apakah kista harus diangkat? Berikut petikan tanya jawab yg bisa membantu kita lebih memahami seluk beluk kista dan pengaruhnya pada kesuburan dan kehamilan.
1. Apakah sebenarnya kista itu?
Kista adalah suatu bentuk pertumbuhan abnormal dari dinding ovarium. Dalam siklus reproduksi wanita, satu sel telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi adalah proses pematangan sel telur dalam indung telur yang ditandai dengan keluarnya sel telur untuk kemudian oleh serabut fimbria dibawa kesaluran telur (tuba falopii). Sel telur yang matang siap untuk dibuahi jika bertemu sperma di saluran falopii. Selanjutnya, sel telur secara normal akan mengalami degenerasi hilang diserap oleh tubuh jika tidak dibuahi.Senin, 14 Maret 2011
Bahaya Botol Air Mineral
Di zaman modern seperti sekarang segalanya semakin maju. Namun jika dilihat efek negatifnya juga semakin banyak. Pernahkan kamu berfikir tentang berbagai penyakit yang ada sekarang merupakan akibat dari lingkungan sekitar. Berbagai macam sampah ada dimana-mana rumah, kantor bahkan jalan umum pun digunakan sebagai sarana pembuangan sampah.
Sampah yang paling sering terlihat adalah plastik. Parahnya lagi plastik merupakan salah satu limbah yang sulit menyatu oleh tanah. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar plastik bisa terlebur di dalam tanah.
Kabar yang paling gencar saat ini adalah bahwa botol plastik kemasan air mineral dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Konon kabarnya dapat menyebabkan kanker payudara. Apalagi air kemasan yang sudah berhari-hari di dalam mobil dan terkena hawa panas. Jenis bahan kimia yang ada di dalam botol tersebut sangat berbahaya.
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik air mineral dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai Polyethylene Terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat-zat karsinogen.Kamu bisa melihat kode atau Simbol PET yang terletak di bagian bawah botol.
Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, Tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum.
Secara otomatis air yang kamu minum akan masuk kedalam tunuh bersamaan dengan bahan kimia yang tercampur. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang, jangan memakai botol plastik. Makanya buat kamu semua mulai lah bergaya hidup sehat sejak awal. Agar tidak sesal dikemudian hari.
Sumber ; Rileks.Com
Sampah yang paling sering terlihat adalah plastik. Parahnya lagi plastik merupakan salah satu limbah yang sulit menyatu oleh tanah. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar plastik bisa terlebur di dalam tanah.
Kabar yang paling gencar saat ini adalah bahwa botol plastik kemasan air mineral dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Konon kabarnya dapat menyebabkan kanker payudara. Apalagi air kemasan yang sudah berhari-hari di dalam mobil dan terkena hawa panas. Jenis bahan kimia yang ada di dalam botol tersebut sangat berbahaya.
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik air mineral dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai Polyethylene Terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat-zat karsinogen.Kamu bisa melihat kode atau Simbol PET yang terletak di bagian bawah botol.
Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, Tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum.
Secara otomatis air yang kamu minum akan masuk kedalam tunuh bersamaan dengan bahan kimia yang tercampur. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang, jangan memakai botol plastik. Makanya buat kamu semua mulai lah bergaya hidup sehat sejak awal. Agar tidak sesal dikemudian hari.
Sumber ; Rileks.Com
http://anekatipsmenarik.blogspot.com
Selasa, 22 Februari 2011
Menangani Demam Anak
Jangan berlebihan, jangan pula menyepelekan. Bagaimana menyikapi demam secara tepat?
Mengapa suhu tubuh naik saat kita sakit? Kenaikan suhu tubuh yang disebut demam sebetulnya merupakan gejala umum dari sebuah penyakit, baik yang disebabkan oleh infeksi kuman, virus, jamur, atau penyakit noninfeksi seperti cacingan. Ketika tubuh mendeteksi adanya makhluk asing yang masuk, reaksi yang muncul adalah tubuh berusaha membasminya dengan cara meangaktifkan sistem imunitasnya. Efek yang kemudian timbul adalah demam. Kenaikan suhu tubuh diperlukan untuk membasmi kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Setiap orang tua paham, jika suhu tubuh anak meningkat, ini menandakan anak sedang terganggu kesehatannya. Wajar jika kemudian kita berusaha menurunkan dmam secepat mungkin. Selain itu, banyak orang tua khawatir demam tinggi yang dialami anaknya dapat mnyebabkan kejang demam. Suhu tubuh yang normal antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celcius. Jika lebih dari itu, 38 derajat Celcius misalnya, maka suhu dikatakan tidak normal. Cara cepat mengukur suhu tubuh bagi awam adalah dengan menggunakan thrmometer yang diletakkan/dikepit di ketiak. Pilihlah termometer digital bukan yang air raksa sehingga kita bisa mudah membacanya. Cara ini dianggap paling efektif dibandingkan termometer lain seperti termometer lewat telinga. Cara menggunakannya tinggal tempelkan di ketiak anak lalu tunggu hingga termometer berbunyi..
Sementara penggunaan termometer telinga agak sulit mengingat anak kerap bergerak-gerak sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara optimal. Misalnya, jika 'tembakan' termometer telinga tidak pas atau meleset maka suhu tubuh anak didapat tidak akurat.
Pada dasarnya, semakin tinggi suhu tubuh anak maka semakin efektif membunuh kuman, virus atau yang lainnya. Sebab mereka tidak tahan panas sehingga cepat mati. Jika suhu anak baru 38 derajat Celcius langsung diberi obat penurun panas maka yang diuntungkan adalah si kuman karena ia bisa lebih lama hidup. Karena itu banyak dokter tidak memberikan obat anti demam sebelum suhunya mencapai 38,5 derajat Clcius. Tujuannya, supaya suhu tubuh anak bisa ikut membantu membunuh kuman atau yang lainnya.
Tetapi kita pun tidak bisa gegabah, demam tetap harus ditanggapi dengan bijakdan ditangani dengan tepat. Sebab pada beberapa anak panas yang tinggi dikhawatirkan bisa bikin cacat. Ada kasus, anak mengalami panas tinggi kemudian ia jadi tidak bisa jalan. Biasanya hal ini karena infeksi terjadi di otak sehingga dapat merusak sistem persarafan. Biasanya infeksi yang terjadi di otak suhu tubuh anak bisa mencapai 42-43 derajat Celcius.
Pada anak yang punya riwayat kejang-kejang pun sebaiknya suhunya jangan dibiarkan tinggi. Sebab anak model ini sangat peka, panas sedikit kejang. Ada yang kejang di suhu 37,6 derajat Celcius, 38,39 bahkan ada yang kjang di suhu 40 lebih. Jika biasanya anak mengalami kejang di suhu 39 maka di suhu 38,5 harus diberi obat penurun panas karena obat perlu sekitar 1 jam untuk menurunkan suhu.
Demikian pula pada anak bayi dan balita. Jika mereka demam maka harus segera diberikan obat penurun demam. Jangan sampai melebihi 38,5 derajat Celcius. Karena anak usia ini biasanya sulit beristirahat. Pada bayi tubuhnya terasa tidak nyaman sehingga ia tidak mau tidur. Sementara pada anak balita biasanya kurang istirahat, lari sana lari sini, membuat daya tahan tubuhnya menurun sehingga penyakit bisa tambah parah. Dengan obat penurun panas biasanya anak akan lebih nyaman sehingga bisa beristirahat.
Melibatkan dokter
Sayangnya, masih banyak ketidaktepatan dalam menyikapi demam. Kalau tidak berlebihan, sebaliknya lamban merespons. Ditambah, masih banyak orang tua yang mengukur demam dengan hanya rabaan tangan, bukan menggunakan pengukur yang tepat. Asal tahu saja, demam tidak boleh dikira-kira dengan menempelkan tangan di kening anak. Bagaimana kalau suhu tangan ibu yang memegang dahi anak menurun karena baru keluar dari ruang bersuhu dingin atau habis memcuci piring? Ini jelas sudah mempengaruhi temperatur demam anak yang akan diukur.
Sebaliknya, kalau sudah jelas-jelas demam, tetapi penanganannya tidak cepat, hal ini sangat berisiko bagi anak. Bisa saja sebetulnya si anak sudah terkena gejala demam berdarah dengue (DBD). Telat penanganannya bisa terjadi syok dan jiwa anak bisa tak tertolong.
Bijak dan Tepat
menurunkan demam bisa dilakukan dengan pemberian obat penurun panas khusus anak-anak yang dijual bebas. Namun bacalah label dan petunjuknya dengan teliti. Pemberian obat bebas tanpa konsultasi dokter bertujuan mengantisipasi demam yang terus naik. Demam yang terlalu tinggi, selain tidak nyaman buat anak juga dikhawatirkan memicu kejang.
Jika panasnya tak kunjung turun, anak harus segera mendapatkan diagnosis dokter agar kalau terjangkit penyakit yang cukup berbahaya, penanganannya bisa dilakukan segera. Demam merupakan salah satu gejala penyakit infeksi, seperti DBD, tifus, diare, flu burung SARS, radang tonsil, dan lainnya.
Di tangan dokter, treatment terhadap demam pun sebenarnya bari bisa dikerjakan kalau sudah ada diagnosis. Tidak boleh ada penanganan tanpa diagnosis. Terlebih lagi, demam bisa saja disebabkan oleh lebih dari satu infeksi. Karnanya, tangani demam pada anak secara tepat. Tidak panik, tidak pula cuek.
Sumber : Tabloid Nakita
No. 619/TH.XII/7-13 Februari 2011
No. 619/TH.XII/7-13 Februari 2011
Cara Mudah Cegah Stretchmarks dan Selulit
Olahraga, makan dengan pola gizi seimbang, dan mengontrol berat badan adalah kunci efektif mencegah stretchmarks dan selulit.
Stretchmarks dan selulit sepertinya sudah melekat dengan ibu hamil. Keduanya membuat penampilan kulit di perut dan sekitar panggul jadi tidak sedap dipandang mata. Stretchmarks kerap muncul pada trimester 2 dan 3, saat perut ibu mengalami pembesaran seiring dengan bertambah besarnya janin. Memang tidak melulu pada ibu yang sedang hamil saja stretchmarks muncul, orang yang mengalami kegemukan pun kerap mengalami gangguan kulit ini.
Demikian pula dengan selulit. Kehamilan bisa memperburuk keadaan selulit karena adanya perubahan hormonal yang mempengaruhi deposit lemak di kulit. Umumnya selulit dialami oleh perempuan, terutama setelah pubertas, dan pada mereka yang kegemukan (obesitas).
Stretchmarks dan selulit adalah dua hal yang berbeda. Stretchmarks muncul akibat kulit yang meregang dalam tempo singkat. Stretchmarks juga ditandai dengan adanya guratan atau garis merah keunguan pada permukaan kulit akibat peregangan sehingga kulit kehilangan elastisitasnya. Lama-kelamaan warna tersebut akan memudar menjadi garis-garis putih.
Sedangkan selulit adalah istilah bagi kulit yang permukaannya tampak tidak rata seperti kulit jeruk (orange peel) atau jahitan kasur (mattress appearance). Kelainan ini terjadi akibat perubahan jaringan lemak dan predaran darah yang kemudian menimbulkan pengrasan (fibrosklrosis) jaringan ikat di kulit bagian dalam.
STRETCHMARKS
Stretchmarks kerap muncul di dinding perut, lengan atas, pinggul, paha, bokong dan payudara. Pada payudara sering kali munculnya ketika paudara kembali ke bentuk normal setelah mengalami peregangan yang besar pada masa hamil dan menyusui. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya stretchmarks, yakni :
- secara statistik stretchmarks terjadi pada 90% wanita ras Kaukasia.
- Derajat pengembangan perut selama hamil. Makin besar derajatnya, makin besar resikonya.
- Berat badan ibu hamil yang meningkat secara drastis/berlebihan.
- Riwayat keluarga. Faktor gentik turunan mempengaruhi kemunculan stretchmarks. Jadi tidak perlu heran, bila ada sebagian ibu hamil yang 'sukses' tidak mengalami strechmarks.
- Perubahan hormonal (estradiols, adrenocorticosteroids, relaxin).
Semua faktor baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi elastisitas kulit, yakni saat terjadi peregangan kulit semasa kehamilan.
Nah untuk mencegah terjadinya stretchmarks semasa kehamilan langkah utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki elastisitas kulit. Begini caranya :
- Oleskan pelembab.Mengoleskan pelembab 2 kali sehari segera sesudah mandi. Dahulu sering digunakan minyak zaitun/olive oil. Pada saat ini tersedia berbagai macam bahan pelembab yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil. Jenis pelembab yang lebih baru bahkan mengandung bahan-bahan yang mirip dengan apa yang ada di dalam kulit secara alami, misalnya natural moisturizing factors, ceramide, serta glycoprotein. Bahan-bahan ini pula yang sring dimasukkan ke dalam krim/lotion antistretchmarks.
- Senam hamilsenam hamil berguna untuk mengencangkan otot, memperlancar aliran darah serta mnjaga kelenturan tubuh dan kulit. Olahraga renang dan jalan sehat juga memberikan manfaat yang sama.
- Gizi seimbang dan banyak minum air putihmengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mengurangi asupan lemak, memperbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan, serta minum air putih dapat menjaga kelembapan kulit.Namun bila stretchmarks tetap muncul dan mengganggu penampilan, setelah melahirkan bisa diatasi dengan :- Pemakaian krim yang mengandung tretinoin, alpha hydroxy acid (AHA) yang bertujuan untuk merangsang pembentukan kolagen baru, dan memperbaiki tekstur kulit. Tentunya untuk melaksanakan hal ini ibu perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.- tindakan laser dapat digunakan untuk menstimulasi produksi kolagen di dermis (lapisan tengah kulit).Kedua tindakan ini memberikan hasil yang baik pada stretchmarks yang masih berwarna merah-keunguan, namun efektivitasnya masih dipertanyakan untuk mengatasi strechtmarks yang sudah memudar menjadi berwarna putih.
SELULIT
Selulit bisa dikualifikasikan dari yang ringan (kulit terlihat seperti kulit jeruk saat dicubit saja) hingga derajat berat (kulit sudah tampak 'benjol-benjol' dan sudah mengubah bentuk tubuh). Selulit umumnya muncul dibagian-bagian tubuh yang kurang aktivitas, seperti paha, bokong, perut, pinggul, btis, dan lengan.
Untuk menghilangkannya lebih sulit karena selulit bukan sekadar timbunan lemak di bawah kulit. Solusi efektif untuk selulit yang sudah parah, mau tak mau adalah tindakan operatif.
Untuk itu prinsip lebih baik mencegah dari pada mengobati akan bijak kita terapkan di sini. Caranya? Ini dia yang dapat dilakukan.
- Makan dengan gizi seimbangmengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan mengurangi lemak, sehingga dapat memperkecil kemungkinan penumpukan lemak di bawah kulit. Banyak mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan mampu meningkatkan kesehatan kulit.
- Olahraga teraturolahraga teratur dapat melancarkan oksigen dan peredarah darah, sehingga kulit dapat trjaga kelembaban dan elastisitasnya. Olahraga juga bermanfaat untuk membakar lemak sehingga dapat mengurangi lemak di tubuh.
- Mengontrol penambahan berat badanberat badan yang terkontrol dengan baik pertanda tubuh tidak memiliki cadangan lemak yang berlebihan, sehingga tidak ada penumpukan lemak di bawah kulit. Dengan begitu ibu pun terbebas dari selulit.
Selamat mencoba.
Sumber : Tabloid Nakita
No.620/TH.XII/14-20 Februari 2011
Senin, 21 Februari 2011
Bakteri Sakazakii
Beberapa waktu ini kita diresahkan oleh berita tentang susu formula yang ternyata terkontaminasi bakteri sakazakii, apalagi bagi ibu yang punya bayi ya, apalagi bayinya full susu formula karena ASInya bermasalah ya, pasti sangat bikin kuatir. Tapi, sebentar...don't be panic :-) ibu-ibu sebaiknya ngga usah ikut-ikutan sibuk mendemo Kementrian Kesehatan menyangkut tidak adanya pengumuman resmi mengenai susu formula merk apa saja yang terkontaminasi. Lebih baik kita mencari tau dulu apa itu bakteri sakazakii, dan bagaimana cara menghindarinya ;-) . Untuk itu, saya sudah baca-baca di Tabloid Nakita dan berikut kutipan artikelnya.
MENYIASATI ENTEROBACTER SAKAZAKII
Bakteri Enterobacter sakazakii bisa muncul pada setiap tahapan proses pembuatan susu. Berita baiknya, bakteri ini tidak tahan suhu panas yang tinggi.
Beberapa waktu berselang mencuat berita bahwa susu formula dan sejumlah makanan bayi yang beredar luar di Indonesia telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Berita ini bersumber pada temuan Tim Penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Dr. drh. Sri Estuningsih Msi., salah seorang peneliti seperti yang dimuat situs Center for Indonsia veterinary Analitical studies, sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antar April-Juni 2006 positif terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampel makanan dan susu formula yang diteliti berasal dari produk lokal.
Belakangan kasus ini kembali muncul seiring desakan Mahkamah Agung (MA) kepada Kementrian Kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk mengumumkan nama-nama produk yang tercemar. MA memang tlah memenangkan gugatan David M.L Tobing, pengacara yang memiliki 2 anak balita, yang mengaku resah dengan adanya hasil penelitian tersebut.
Dari Pabrik ke Konsumen
Enterobacter sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari famili enterobacteriaeceae. Susu menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri, karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri tumbuh dan berkembang. Lalu, bagaimana bakteri ini sampai mengontaminasi susu? Menurut Dr. Ir. Ratih Dewanti Haryadi, Msc., ahli mikrobiologi pangan yang juga dosen di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, bakteri ada dimana-mana. Jadi kemungkinan bakteri E. sakazakii sampai mengontaminasi susu terjadi selama proses pengolahan.
Proses atau tahapan pengolahan susu sangat banyak. Umumnya tahapan yang memiliki risiko tinggi adalah proses pengeringan dan proses pengemasan. Sedangkan proses proses pasteurisasi risikonya tergolong kecil karena proses ini dilakukan untuk mematikan mikroba yang terdapat pada susu.
Ratih mengingatkan bahwa proses pembuatan susu saat akan dikonsumsi pun tergolong berisiko. Misalnya, tangan yang kurang bersih atau peralatan yang digunakan kotor, baik itu sendok takar susunya maupun botol dan gelas yang digunakan. Tak ketinggalan, risiko juga mengintip pada air yang digunakan untuk mencampur susu. Jadi banyak faktor yang mungkin menyebabkan bakteri E. sakazakii mencemari susu yang dikonsumsi oleh bayi.
Angka Kejadian Kecil
E. sakazakii pertama kali ditemukan pada 1958 berkaitan dengan 78 kasus bayi yang terkena infeksi meningitis. Bakteri ini memang dapat menginfeksi segala usia tetapi resiko terbesar dihadapi oleh bayi.khususnya bayi masih berusia kurang dari 1 bulan, bayi lahir dengan berat badan rendah (kurang dar 2,5kg), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu dengan HIV/AIDS. Bayi yang terinfeksi E. sakazakii akan mengalami radang usus. Bakteri ini bisa menjalar sampai ke selaput otak.
Namun, tak perlu terlalu resah karena kejadiannya tergolong kecil. Mengacu pada data, selama 20 tahun terakhir, sampai dengan tahun 2007 lalu, hanya 60 bayi yang terinfeksi oleh bakteri ini diseluruh dunia.
Selanjutnya, langkah yang paling tepat adalah bertindak waspada. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyiasati E. sakazakii agar tidak menginfeksi buah hati tercinta adalah dengan meningkatkan pengetahuan orang tua, perawat bayi, dan praktisi klinis lainnya.
Berikut ada beberapa langkah yang dapat dilakukan :
- Melakukan proses sterilisasi pada peralatan yang akan digunakan untuk menyeduh susu. Misalnya dengan memanaskan hingga 66 derajat celcius.selama 30 menit atau 72 derajat Celcius slama 15 menit. Bakteri tidak tahan panas yang tinggi.
- Mencuci tangan dengan baik dan benar sebelum menyeduh susu. Gunakan sabun dan air mengalir.
- Seduh dan berikan susu di tempat yang bersih. Tidak di sembarang tempat atau di tempat kotor.
- Cairkan susu dengan air bersuhu 70 derajat Celsius untuk mengeliminasi baktri E. sakazakii yang mungkin terdapat di dalam susu. Tak perlu takut kandungan vitamin dan mineralnya rusak, sebab kehilangan kandungan vitamin dan mineral pada susu oleh air bersuhu 70 derajat Celcius tidak trlalu significant. Bagi dua air untuk menyeduh susu, sebagian air yang bersuhu 70 derajat Celcius dan sisanya air dingin.
- Sajikan susu secukupnya untuk sekali minum.
- Minimalkan waktu kontak susu dengan udara kamar tidak lebih dari 4 jam. Setelah diseduh, segera berikan susu yang suhu airnya sudah siap minum kepada buah hati tercinta.
- Belilah produk susu secukupnya. Jangan tergiur oleh harga murah dan kemasan besar. Sebaiknya susu yang tlah dbuka kemasannya habis dikonsumsi dalam waktu paling lama 2 minggu.
- Simpanlah susu pada temperatur rendah agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.
Jadi bagaimana ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian? kekhawatirannya udah berkurang kan??? bahaya apapun yang mengancam buah hati kita, kita sendiri yang harus menjaganya ya... kalau Kementian Kesehatan belum juga mengumumkan produk susu formula, yah kita doakan semoga secepatnya diumumkan supaya kita tidak khawatir lagi membeli susu formula ya. Dan kalo menurut saya pribadi, tetep ya ASI adalah yang terbaik buat bayi kita, ngga ada deh tandingannya, susu formula paling mahal sekalipun ngga bisa ngalahin ASI :-)
Artikel yan berhubungan :
ASI Makanan Terbaik Bagi Bayi
Seluk Beluk Menyusui
Sumber : Tabloid Nakita
Edisi No. 620/TH.XII/14-20 Februari 2011Artikel yan berhubungan :
ASI Makanan Terbaik Bagi Bayi
Seluk Beluk Menyusui
Langganan:
Postingan (Atom)










