Sabtu, 28 Mei 2011

Cara Menyimpan Bahan Makanan

Lain bahan makanan, lain pula cara menyimpannya agar tetap segar

Agar tetap segar dan tidak hilang nilai gizinya, cermati sifat dari bahan makanan yang akan disimpan.


1. Daging Sapi dan Daging Ayam
Daging sapi dan ayam segar yang disimpan di dalam lemari es mampu bertahan 3-4 hari. Untuk jangka waktu penyimpanan yang lebih lama, bekukan daging dalam freezer. Sebelumnya, cuci bersih daging sapi atau ayam dan potong-potong. Bagi jadi per sekali masak, lalu simpan daging sapi dan ayam di dalam wadah tertutup.



Sebaiknya sebelum menyimpan ke dalam freezer, simpan daging dalam lemari pendingin (chiller). Tujuannya agar udara dingin menyebar rata sampai ke dalam daging dan menghindari pembusukan bagian tengah daging. Sedangkan bila akan digunakan, pindahkan daging atau ayam dari freezer ke chiller semalam sebelum dimasak. Tujuannya agar daging atau ayam tidak membeku lagi tapi tetap segar saat dimasak.

2. Ikan dan Seafood
Bersihkan ikan dengan mengeluarkan isi perut dan insangnya. Bumbui dengan perasan jeruk dan air garam, diamkan selama 5-10 menit, tiriskan air dan darah kotornya, lalu bials bersih di air kran, bungkus dengan kantong plastik lalu simpan dlaam freezer. Untuk udang dan ikan teri, sebaiknya potong kepalanya sebelum menyimpan di lemari es.

3. Telur
Telur bertahan 4 minggu dari tanggal pembelian. Bila telur dalam keadaan bersih, bisa langsung menyimpannya  di lemari es. Tetapi jika telur dalam keadaan kotor, cuci bersih dan keringkan sebelumnya.

4. Susu dan Yoghurt
Simpan yoghurt di chiller pada suhu 4-6 derajat Celcius, supaya bakteri yang bermanfaat bagi pencernaan tetap hidup. Susu atau yoghurt yang sudah dibuka sebaiknya dikonsumsi 2-3 hari sejak tanggal terbuka, meski tertulis tanggal kadaluarsanya masih lama.

5. Keju
bungkus keju dengan plastik aluminium foil yang kedap udara. Jauhkan dari bahan makanan yang berbau tajam atau bau yang mudah diserap karena akan memperngaruhi rasa keju. Niscaya dengan cara ini, keju bisa dipakai 2-4 bulan sejak tanggal pembelian.

6. Sayuran
Pisahkan sayuran berdasarkan jenisnya. Pemisahan ini dimaksudkan untuk membedakan perlakuan masing-masing jenis sayuran. Untuk sayuran yang berjenis bunga, usahakan teksturnya terlihat cantik dan tidak telalu lembek. Untuk sayuran yang berjenis umbi-umbian, usahakan sayuran tetap bertekstur keras, namun memiliki bentuk yang menarik. Agar tahan lama, simpan sayuran dalam lemari pendingin.
Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesegaran sayuran adalah suhu ruangan dimana sayuran tersebut berada. Penjagaan temperatur dilakukan agar nutrisi yang ada dalam sayuran tidak terbuang percuma akibat pencahayaan atau peningkatan suhu berlebihan.
Bersihkan sayuran sebelum disimpan, gunakan kain basah. Buang bagian yang kotor seperti pangkal daun bawang atau seledri yang masih ditempeli tanah. Hindari mencuci dengan air agar sayuran tidak membusuk. Mencuci sayur dilakukan sesaat sebelum dimasak atau di makan. Bungkus sayuran dengan kantong plastik, lalu simpan dalam lemari es. Sayuran mampu bertahan tetap segar sampai satu minggu.
Hindari menyimpan kol bersama bahan makanan yang lain, karena gas dari kol dapat merusak sayuran. Taoge  juga perlu diperlakukan khusus, karena mudah busuk. Cara menyimpannya, rebus taoge lalu tiriskan. Setelah itu bungkus dengan kitchen paper, masukkan ke plastik dan simpan di lemari es.
Demikian pula untuk jamur, hindari mencuci jamur sebelum disimpan dalam lemari es, karena jamur tak tahan air. Bungkus jamur rapat dengan kitchen paper, bungkus plastik, lalu simpan dalam lemari es. Khusus sayuran berdaun hijau sebaiknya jangan disimpan dalam kulkas karena akan membuat tekstur daun menjadi kering. Untuk menyimpan sayuran hijau, tempatkan bagian pangkal sayuran atau akar ke dalam wadah berisi air dan bungkus bagian daunnya dengan plastik berwarna hitam.

7. Buah-buahan 
Sebelum penyimpanan, pisahkan buah-buahan berdasarkan jenis, karena ada beberapa buah yang memproduksi ethylene sehingga membuat sayur dan buah lainnya cepat busuk. Sebelum penyimpanan, bersihkan kandungan pestisida yang mungkin masih melekat. Sama halnya dengan sayuran, pada kulit buah-buahan pun terkadang masih melekat pestisida. Bersihkan dengan cara mengelapnya dengan kain basah, hindari mencuci langsung dengan air karna dapat menyebabkan buah mudah busuk. Setelah dibersihkan, masukkan buah-buahan dalam wadah plastik yang memiliki ventilasi, kemudian simpan dalam lemari pendingin. Buah dicuci sesaat sebelum diolah atau dimakan.

Sumber : Nakita
              No. 623/TH.XII/7-13 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...